Kamis, 30 April 2015

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, disingkat Bappenas, adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jabatan Kepala Bappenas dijabat oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Andrinof Chaniago.

Kasus yang terjadi tanggal 28 april 2015 tentang:

Bappenas Fokuskan Pembangunan Nawa Cita membangun dari pinggiran, dalam hal ini Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyebut ini saatnya pembangunan meluas ke seluruh pelosok Indonesia, yakni pembangunan tentang daerah pinggiran. “Misinya jelas, untuk meningkatkan dan  mewujudkan pembangunan yang lebih seimbang,” ungkap Menteri Andrinof kala membuka perhelatan tersebut di Kementerian PPN/Bappenas, Senin (27/4). Dengan pembangunan yang lebih merata, maka hal tersebut mampu meminimalisasi ketimpangan antar wilayah dan antar kelompok sosial. Pembangunan disini meliputi infrastruktur jalan, listrik, hingga sarana dan prasana. Pembangunan ini ditargetkan oleh pemerintah dalam kurun waktu 5 tahun, hal sesuai dengan Nawa Cita 3 tentang membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Fokus penting dalam penerapan Nawa Cita tersebut dijabarkan dalam sejumlah poin, yakni (1) desentralisasi asimetris; (2) pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa, Kawasan Timur Indonesia, dan kawasan perbatasan; (3) penataan daerah otonomi baru untuk kesejahteraan rakyat; (4) implementasi undang-undang desa.

Untuk pembangunan desa perbatasan, Menteri Andrinof mencontohkan program pembangunan 100 desa yang melibatkan para personil Tentara Nasional Indonesia (TNI).  TNI juga sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dan  pusat dalam merumuskan dan merancang kebijakan percepatan pembangunan daerah perbatasan. Agar pembangunan sukses, perlu ada kerja sama dari  pemangku kepentingan negara. “Rembug nasional diharapkan bisa menajamkan persoalan yang terinventarisasi itu, kemudian menata secara sistematis solusi yang tepat,” pungkas Menteri Andrinof.

Komentar:

Pembangunan nawa cita sangat baik dan tentunya sangat dibutuhkan bagi daerah-daerah perbatasan agar pembangunan tersebut merata, sehingga tidak ada ketimpangan antara wilayah pusat deangan wilayah sekitar perbatasan, dan pembangunan ini sangat baik dengan ikut melibatkan aparatur negara seperti anggota TNI, sehingga lebih mendekatkan warga masyarakat. Semoga target pembangunan ini tercapai dan sesuai dengan target waktu yang ditentukan.













Sumber:
https://twitter.com/bappenas

http://www.bappenas.go.id/berita-dan-siaran-pers/kementerian-ppnbappenas-fokuskan-pembangunan-sesuai-nawa-cita-3-membangun-dari-pinggiran/

Senin, 20 April 2015

Problema pada Estimasi

Problema ‘Over-Estimate’ Dan ‘Under-Estimate’
Estimasi yang berlebihan bisa menyebabkan waktu penyelesaian proyek molor dari biasanya. Hal ini bisa dijelaskan menggunakan hukum :

  • Parkinson’s Law : ‘work expands to fill the time available’. Bila staf diberi target yang mudah akan bekerja kurang keras.

  • Hukum Brooks’ Law : ‘ Putting more people on a late job makes it later’. Biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah proyek akan meningkat secara tidak proporsional terhadap jumlah staf yang dipekerjakan.  Bila estimasi biaya yang diperlukan berlebihan menyebabkan  jumlah staf yang dialokasikan lebih banyak dari yang diperlukan dan overhead manajemen akan meningkat.

Senin, 30 Maret 2015

Tulisan IT

Perkembangan IT Di Bidang Kedokteran

Didalam ilmu kesehatan ternyata ada hubunngannya dengan bidang komputer informasi. Dari sejarahnya tak lepas, ternyata ada juga perkembangan informatika kedokteran,ada juga informatika berhubungan dengan perkembangan komputer. Informatika tidak sama dengan ilmu komputer, walaupun perkembangan tentang informatika sekarang ini maju sangat pesat dan komputer adalah alat bantu yang paling utama. Bidang ilmu informatika kedokteran sama dengan ilmu kesehatan yaitu mengenai data dan informasi dan mengenai pengetahuan biomedik. Beberapa bidang terapan informatika kedokteran adalah Bioinformatika dll. Pemanfaatan komputer dalam kesehatan ini berawal dari otomatisasi di bidang administatif, dilanjutkan dalam produktivitas secara departemant. misalnya d dalam laboratorium pada pemberdayaan dalam kesehatan. Beberapa aplikasi informatika kedokteran ini yaitu dalam bioinformatika, pembelajaran komputer bagi siswa dan kesehatan kedokteran, serta kesehatan berbasis internet bagi siswa.Bioinformatika dinyatakn sebagai kreasi dalam perkembanganteknologi dan komputasi untuk permasalahn molekul secara sederhana sebagai teknologi memanfaatkan komputer untuk penyimpanaan. Perkembanganbioinformatika mencakup dua bidang yaituperkembangan alat komputasi dan basis data, pengembangan alat mencakup pembuataan perangkat lunak untuk analisis struktural, sekuens dan fungsional. Pembelajaran berbasis komputer bagi siswa sangat pesat dalam kesehatan dan kedokteran, sebenarnya bagian dari telehalth dapat di lakukan melalui komputer dan internet atau jaringan komunikasi digital. Pengaruh Perkembangan Internet dalam Bidang Kedokteran Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat saat ini membawa perubahan yang besar di masyarakat. Sistem komunikasi dan pertukaran informasi global melaui internet bisa dilakukan kapan saja dan tanpa terhalang jauhnya tempat.1 Tidak kurang dari 1,4 milyar orang sudah menggunakan internet sampai akhir maret 2008.2 Besarnya pengguna internet dan pesatnya perkembangan internet telah mewujudkan timbulnya budaya internet. Dunia kedokteran juga tidak bisa menghindari pengaruh perkembangan ini. Dalam bidang kedokteran, pesatnya perkembangan internet sangat berperan sebagai sarana pertukaran informasi dan komunikasi tanpa batas, forum diskusi ilmiah kedokteran dan juga lahirnya disiplin ilmu informatika kedokteran.3,4 Dengan internet, penyebaran dan pertukaran informasi kedokteran semakin meluas ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, pasien kini tidak hanya bergantung pada informasi yang diberikan oleh dokter tetapi juga informasi tentang penyakit dan penatalaksanaanya yang tersedia secara lengkap dan bebas di internet. Bagi kalangan medis, internet menyimpan ratusan juta data/informasi kedokteran yang bisa dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi, baik berupa artikel-artikel kedokteran, buku-buku teks kedokteran elektronik, jurnal-jurnal ilmiah kedokteran dan aplikasi multimedia kedokteran baik yang sering digunakan maupun yang belum banyak diketahui oleh kalangan medis. Suatu kemudahan yang ditawarkan di internet bagi kalangan medis untuk terus memperbaharui ilmunya setiap saat seperti yang diamanatkan oleh undang-undang pratik kedokteran. Berkomunikasi tanpa batas ruang dan waktu bukan lagi suatu hal yang mustahil dengan canggihnya perkembangan internet. Pasien kini dapat berkonsultasi dengan seorang dokter secara online di internet setiap saat. Sebaliknya, dokter juga dapat memantau kemajuan terapi dari pasiennya. Selain itu, para kalangan medis di seluruh penjuru dunia dapat memecahkan suatu permasalahan medis secara bersama-sama dari tempat yang berbeda, melalui video konferens. Banyaknya pengguna internet dari kalangan medis telah memunculkan banyak forum-forum diskusi ilmiah di internet. Diskusi tersebut tidak hanya melalui berbagai discussion board yang ada di internet tetapi juga melalui banyak maling list atau newsgroup. Setiap waktu diskusi ini terus berlangung dan berkembang sesuai topik-topik yang diminati. Selain itu, diskusi-diskusi atau sekedar tukar informasi dapat juga terjadi secara langsung dengan fasilitas chatting atau internet messaging. Begitu eratnya kaitan pemanfaatan komputer dan teknologi informasi di bidang kedokteran telah memunculkan disiplin ilmu baru yaitu informatika kedokteran atau informatika kesehatan. Disiplin ilmu ini mencakup bioinformatika, informatika pencitraan, informatika klinis serta informatika kesehatan masyarakat. Riset dan aplikasi bioinformatika memfasilitasi upaya-upaya rekayasa genetik, penemuan vaksin, hingga ke riset besar tentang human genome project. Informatika pencitraan mengkaji aspek pengolahan data dan informasi digital pada level jaringan dan organ. Informatika klinis, yang menerapkan pada level individu (pasien), mengkaji mengenai berbagai inovasi teknologi informasi untuk mendukung pelayanan pasien, komunikasi dokter pasien, serta mempermudah dokter dalam mengumpulkan hingga mengolah data individu. Informatika kesehatan masyarakat yang berfokus kepada populasi untuk mendukung pelayanan, pendidikan dan pembelajaran kesehatan masyarakat. Sebagai kesimpulan, pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk kedokteran. Internet telah menjadi sumber informasi terbesar, terlengkap, dan terbaru dalam bidang kedokteran. Selain itu, kalangan medis di seluruh dunia kini sudah dapat saling berkomuniasi tanpa batas di internet. Internet juga berperan sebagai forum-forum diskusi ilmiah para kalangan medis. Dan munculnya displin ilmu informatika kedokteran sangat erat dengan teknologi informasi modern. Bukan tidak mungkin akan menjadi suatu kelaziman bagi seorang dokter bedah untuk melakukan operasi di depan komputernya sedang pasiennya berada jauh di belahan dunia yang lain.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat saat ini membawa perubahan yang besar di masyarakat. Sistem komunikasi dan pertukaran informasi global melaui internet bisa dilakukan kapan saja dan tanpa terhalang jauhnya tempat.1 Tidak kurang dari 1,4 milyar orang sudah menggunakan internet sampai akhir maret 2008.2 Besarnya pengguna internet dan pesatnya perkembangan internet telah mewujudkan timbulnya budaya internet. Dunia kedokteran juga tidak bisa menghindari pengaruh perkembangan ini. Dalam bidang kedokteran, pesatnya perkembangan internet sangat berperan sebagai sarana pertukaran informasi dan komunikasi tanpa batas, forum diskusi ilmiah kedokteran dan juga lahirnya disiplin ilmu informatika kedokteran.

RUU ITE dan CYBER LAW

ITE

UU ITE adalah singkatan dari Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Berdasarkan Wikipedia , Definisi dari UU ITE adalah :
“ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.”

Pengertian dalam Undang Undang (FAQ) adalah sebagai berikut:
  1. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
  2. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.
  3. Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.
  4. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
  5. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.
  6. Penyelenggaraan Sistem Elektronik adalah pemanfaatan Sistem Elektronik oleh penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat.
  7. Jaringan Sistem Elektronik adalah terhubungnya dua Sistem Elektronik atau lebih, yang bersifat tertutup ataupun terbuka.
  8. Agen Elektronik adalah perangkat dari suatu Sistem Elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu Informasi Elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh Orang.
  9. Sertifikat Elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat Tanda Tangan Elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi Elektronik yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.
  10. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya, yang memberikan dan mengaudit Sertifikat Elektronik.
  11. Lembaga Sertifikasi Keandalan adalah lembaga independen yang dibentuk oleh profesional yang diakui, disahkan, dan diawasi oleh Pemerintah dengan kewenangan mengaudit dan mengeluarkan sertifikat keandalan dalam Transaksi Elektronik.
  12. Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.
  13. Penanda Tangan adalah subjek hukum yang terasosiasikan atau terkait dengan Tanda Tangan Elektronik.
  14. Komputer adalah alat untuk memproses data elektronik, magnetik, optik, atau sistem yang melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan penyimpanan.
  15. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri atau dalam jaringan.
  16. Kode Akses adalah angka, huruf, simbol, karakter lainnya atau kombinasi di antaranya, yang merupakan kunci untuk dapat mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya.
  17.  Kontrak Elektronik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik.
  18. Pengirim adalah subjek hukum yang mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
  19. Penerima adalah subjek hukum yang menerima Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dari Pengirim.
  20. Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.
  21. Orang adalah orang perseorangan, baik warga negara Indonesia, warga negara asing, maupun badan hukum.
  22. Badan Usaha adalah perusahaan perseorangan atau perusahaan persekutuan, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
  23. Pemerintah adalah Menteri atau pejabat lainnya yang ditunjuk oleh Presiden.

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada UUITE ini juga diatur berbagai ancaman hukuman bagi kejahatan melalui internet. UUITE mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan digital sebagai bukti yang sah di pengadilan.

Penyusunan materi UUITE tidak terlepas dari dua naskah akademis yang disusun oleh dua institusi pendidikan yakni Unpad dan UI. Tim Unpad ditunjuk oleh Departemen Komunikasi dan Informasi sedangkan Tim UI oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Pada penyusunannya, Tim Unpad bekerjasama dengan para pakar di ITB yang kemudian menamai naskah akademisnya dengan RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi (RUU PTI). Sedangkan Tim UI menamai naskah akademisnya dengan RUU Transaksi Elektronik.

Kedua naskah akademis tersebut pada akhirnya digabung dan disesuaikan kembali oleh Tim yang dipimpin Prof. Ahmad M Ramli SH (atas nama pemerintah), sehingga namanya menjadi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana disahkan oleh DPR.

CYBER LAW

CYBER LAW DAN UNDANG-UNDANG YANG MENGATUR CYBER CRIME
Cyber Law
Cyber Law adalah aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan orang perorangan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat mulai online dan memasuki dunia cyber ataumaya. Cyber Law sendiri merupakan istilah yang berasal dari Cyberspace Law.

Istilah hukum cyber diartikan sebagai padanan kata dari Cyber Law, yang saat ini secara internasional digunakan untuk istilah hukum yang terkait dengan pemanfaatan TI. Istilah lain yang juga digunakan adalah Hukum TI (Law of Information Teknologi), Hukum Dunia Maya (Virtual World Law) dan Hukum Mayantara.

Secara akademis, terminologi ”cyber law” belum menjadi terminologi yang umum. Terminologi lain untuk tujuan yang sama seperti The law of the Internet, Law and the Information Superhighway, Information Technology Law, The Law of Information, dll.

Di Indonesia sendiri tampaknya belum ada satu istilah yang disepakati. Dimana istilah yang dimaksudkan sebagai terjemahan dari ”cyber law”, misalnya, Hukum Sistem Informasi, Hukum Informasi, dan Hukum Telematika (Telekomunikasi dan Informatika) Secara yuridis, cyber law tidak sama lagi dengan ukuran dan kualifikasi hukum tradisional. Kegiatan cyber meskipun bersifat virtual dapat dikategorikan sebagai tindakan dan perbuatan hukum yang nyata. Kegiatan cyber adalah kegiatan virtual yang berdampak sangat nyata meskipun alat buktinya bersifat elektronik. Dengan demikian subjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai orang yang telah melakukan perbuatan hukum secara nyata.

Tujuan Cyber Law
Cyberlaw sangat dibutuhkan, kaitannya dengan upaya pencegahan tindak pidana, ataupun penanganan tindak pidana. Cyber law akan menjadi dasar hukum dalam proses penegakan hukum terhadap kejahatan-kejahatan dengan sarana elektronik dan komputer, termasuk kejahatan pencucian uang dan kejahatan terorisme.

- Ruang Lingkup Cyber Law
Pembahasan mengenai ruang lingkup ”cyber law” dimaksudkan sebagai inventarisasi atas persoalan-persoalan atau aspek-aspek hukum yang diperkirakan berkaitan dengan pemanfaatan Internet. Secara garis besar ruang lingkup ”cyber law” ini berkaitan dengan persoalan-persoalan atau aspek hukum dari:
• E-Commerce,
• Trademark/Domain Names,
• Privacy and Security on the Internet,
• Copyright,
• Defamation,
• Content Regulation,
• Disptle Settlement, dan sebagainya.

Topik-topik Cyber Law
Secara garis besar ada lima topic dari cyberlaw di setiap negara yaitu:
  • Information security, menyangkut masalah keotentikan pengirim atau penerima dan integritas dari pesan yang mengalir melalui internet. Dalam hal ini diatur masalah kerahasiaan dan keabsahan tanda tangan elektronik.
  • On-line transaction, meliputi penawaran, jual-beli, pembayaran sampai pengiriman barang melalui internet.
  • Right in electronic information, soal hak cipta dan hak-hak yang muncul bagi pengguna maupun penyedia content.
  • Regulation information content, sejauh mana perangkat hukum mengatur content yang dialirkan melalui internet.
  • Regulation on-line contact, tata karma dalam berkomunikasi dan berbisnis melalui internet termasuk perpajakan, retriksi eksport-import, kriminalitas dan yurisdiksi hukum.
Asas-asas Cyber Law
Dalam kaitannya dengan penentuan hukum yang berlaku dikenal beberapa asas yang biasa digunakan, yaitu :
  • Subjective territoriality, yang menekankan bahwa keberlakuan hukum ditentukan berdasarkan tempat perbuatan dilakukan dan penyelesaian tindak pidananya dilakukan di negara lain.
  • Objective territoriality, yang menyatakan bahwa hukum yang berlaku adalah hukum dimana akibat utama perbuatan itu terjadi dan memberikan dampak yang sangat merugikan bagi negara yang bersangkutan.
  • Nationality yang menentukan bahwa negara mempunyai jurisdiksi untuk menentukan hukum berdasarkan kewarganegaraan pelaku.
  • Passive nationality yang menekankan jurisdiksi berdasarkan kewarganegaraan korban.
  • Protective principle yang menyatakan berlakunya hukum didasarkan atas keinginan negara untuk melindungi kepentingan negara dari kejahatan yang dilakukan di luar wilayahnya, yang umumnya digunakan apabila korban adalah negara atau pemerintah,
  • Universality. Asas ini selayaknya memperoleh perhatian khusus terkait dengan penanganan hukum kasus-kasus cyber. Asas ini disebut juga sebagai “universal interest jurisdiction”. Pada mulanya asas ini menentukan bahwa setiap negara berhak untuk menangkap dan menghukum para pelaku pembajakan. Asas ini kemudian diperluas sehingga mencakup pula kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity), misalnya penyiksaan, genosida, pembajakan udara dan lain-lain. Meskipun di masa mendatang asas jurisdiksi universal ini mungkin dikembangkan untuk internet piracy, seperti computer, cracking, carding, hacking and viruses, namun perlu dipertimbangkan bahwa penggunaan asas ini hanya diberlakukan untuk kejahatan sangat serius berdasarkan perkembangan dalam hukum internasional.
Oleh karena itu, untuk ruang cyber dibutuhkan suatu hukum baru yang menggunakan pendekatan yang berbeda dengan hukum yang dibuat berdasarkan batas-batas wilayah. Ruang cyber dapat diibaratkan sebagai suatu tempat yang hanya dibatasi oleh screens and passwords. Secara radikal, ruang cyber telah mengubah hubungan antara legally significant (online) phenomena and physical location.

Teori-teori cyberlaw
Berdasarkan karakteristik khusus yang terdapat dalam ruang cyber maka dapat dikemukakan beberapa teori sebagai berikut :
  • The Theory of the Uploader and the Downloader, Berdasarkan teori ini, suatu negara dapat melarang dalam wilayahnya, kegiatan uploading dan downloading yang diperkirakan dapat bertentangan dengan kepentingannya. Misalnya, suatu negara dapat melarang setiap orang untuk uploading kegiatan perjudian atau kegiatan perusakan lainnya dalam wilayah negara, dan melarang setiap orang dalam wilayahnya untuk downloading kegiatan perjudian tersebut. Minnesota adalah salah satu negara bagian pertama yang menggunakan jurisdiksi ini.
  • The Theory of Law of the Server. Pendekatan ini memperlakukan server dimana webpages secara fisik berlokasi, yaitu di mana mereka dicatat sebagai data elektronik. Menurut teori ini sebuah webpages yang berlokasi di server pada Stanford University tunduk pada hukum California. Namun teori ini akan sulit digunakan apabila uploader berada dalam jurisdiksi asing. The Theory of InternationalSpaces. Ruang cyber dianggap sebagai the fourth space. Yang menjadi analogi adalah tidak terletak pada kesamaan fisik, melainkan pada sifat internasional, yakni sovereignless quality.
Undang-Undang Yang Mengatur Cyber Crime
Menjawab tuntutan dan tantangan komunikasi global lewat Internet, Undang-Undang yang diharapkan (ius konstituendum) adalah perangkat hukum yang akomodatif terhadap perkembangan serta antisipatif terhadap permasalahan, termasuk dampak negative penyalahgunaan Internet dengan berbagai motivasi yang dapat menimbulkan korban-korban seperti kerugian materi dan non materi. Saat ini, Indonesia belum memiliki Undang - Undang khusus/ cyber law yang mengatur mengenai cybercrime walaupun rancangan undang undang tersebut sudah ada sejak tahun 2000 dan revisi terakhir dari rancangan undang-undang tindak pidana di bidang teknologi informasi sejak tahun 2004 sudah dikirimkan ke Sekretariat Negara RI oleh Departemen Komunikasi dan Informasi serta dikirimkan ke DPR namun dikembalikan kembali ke Departemen Komunikasi dan Informasi untuk diperbaiki. Tetapi, terdapat beberapa hukum positif lain yang berlaku umum dan dapat dikenakan bagi para pelaku cybercrimeterutama untuk kasus-kasus yang menggunakan komputer sebagai sarana, antara lain:

a. Kitab Undang Undang Hukum Pidana
  1. Pasal 362 KUHP yang dikenakan untuk kasus carding dimana pelaku mencuri nomor kartu kredit milik orang lain walaupun tidak secara fisik karena hanya nomor kartunya saja yang dengan menggunakansoftware card generator di Internet untuk melakukan transaksi di e-commerce. Setelah dilakukan transaksi dan barang dikirimkan, kemudian penjual yang ingin mencairkan uangnya di bank ternyata ditolak karena pemilik kartu bukanlah orang yang melakukan transaksi.
  2. Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.
  3. Pasal 282 dan 311 KUHP dapat dikenakan untuk kasus penyebaran foto atau film pribadi seseorang yang vulgar di Internet.
b. Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
Menurut Pasal 1 angka (8) Undang- Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, program komputer adalah sekumpulan intruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema ataupun bentuk lain yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan dalam merancang intruksi-intruksi tersebut.

c. Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi
Menurut Pasal 1 angka (1) Undang- Undang No 36 Tahun 1999, Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan/atau penerimaan dan setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya.

d. Undang-Undang No 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan
Dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 8 Tahun 1997 tanggal 24 Maret 1997 tentang Dokumen Perusahaan, pemerintah berusaha untuk mengatur pengakuan atas mikrofilm dan media lainnya (alat penyimpan informasi yang bukan kertas dan mempunyai tingkat pengamanan yang dapat menjamin keaslian dokumen yang dialihkan atau ditransformasikan. Misalnya Compact Disk - Read Only Memory(CD - ROM), dan Write - Once - Read - Many (WORM), yang diatur dalam Pasal 12 Undang-Undangtersebut sebagai alat bukti yang sah.

e. Undang-Undang No 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang
Undang-Undang ini merupakan Undang-Undang yang paling ampuh bagi seorang penyidik untuk mendapatkan informasi mengenai tersangka yang melakukan penipuan melalui Internet, karena tidak memerlukan prosedur birokrasi yang panjang dan memakan waktu yang lama, sebab penipuan merupakan salah satu jenis tindak pidana yang termasuk dalam pencucian uang (Pasal 2 Ayat (1) Huruf q).

f. Undang-Undang No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme
Selain Undang-Undang No. 25 Tahun 2003, Undang-Undang ini mengatur mengenai alat bukti elektronik sesuai dengan Pasal 27 huruf b yaitu alat bukti lain berupa informasi yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa dengan itu


Sumber: https://www.google.com/search?q=cyber+law+adalah&ie=utf-8&oe=utf-8
              https://waringinputih.wordpress.com/2011/11/18/apa-itu-uu-ite/

Senin, 24 November 2014

SOFTWARE MINIMARKET

Software Minimarket adalah suatu program kasir komputer yang digunakan untuk kegiatan usaha di bidang minimarket seperti penjualan dengan pencetakan struk atau nota pada software kasirnya, memanage cashfolw penjualan dan lain-lain. Fasilitas software minimarket mencakup berbagai menu diantaranya adalah menu database barang. database barang ini digunakan untuk mendata stok barang di minimarket dan selanjutnya digunakan sebagai master dalam penjualan kasir. Database Pelanggan digunakan untuk mendata pelanggan minimarket. Database suplier digunakan untuk mendata suplier yang memasok barang ke minimarket.
Software minimarket ini bisa diganakan untuk satu komputer saja atau bisa juga digunakan untuk jaringan LAN. Misalnya saja dalam minimarket Anda mempunya 4 buat komputer dengan asumsi sebagai berikut, 1 unit komputer untuk administrator (admin), 1 unit untuk gudang, dan 2 unit komputer untuk kasir. Maka dari keempat komputer tersebut bisa disambungkan dengan database yang singkron antara komputer satu dengan yang lain. Untuk meletakkan file database cukup di salah satu komputer saja, misalkan di letakkan di komputer administrator, maka database tersebut harus diletakkan di drive atau folder yang di sharing secara penuh agar bisa diakses dari komputer yang lain. Ketiga komputer lainnya cukup link database ke komputer administrator.
Software minimarket ini mempunya menu kasir yang mudah digunakan, bahkan jika kasir anda masih agak awam dengan komputer, anda diajari sekilas mungkin sudah bisa mahir menggunakan. Support scanner barcode dengan port USB dan juga mensupport beberapa merek cashdrawer. Software minimarket cukup userfriendly atau mudah digunakan, terbukti dengan banyaknya peminat software minimarket untuk diterapkan dalam minimarketnya. Dalam setahun (2011), ada sekitar 300 lebih minimarket kecil mulai menerapkan software minimarket ini untuk minimarketnya.
Software minimarket bisa digunakan untuk mencetak struk atau nota dengan ukuran yang bervariasi. Untuk meninimarket, yang paling sering diterapkan adalah struk dengan ukuran kertas 75mm dengan menggunakan printer dot matrix Epson TMU220. Dengan menggunakan printer semacam ini, kertas struk yang keluar sudah langsung sesuai ukuran struk yang tercetak. Ketika pelanggan beli barang dengan item yang banyak, kertas keluar otomatis panjang. Ketika pelanggan beli barang dengan item yang sedikit kertas keluar pendek. Dan jika printernya ada alat potongnya maka kertas akan terpotong otomatis setelah pencetakan
Gambar Tampilan Utama Software Minimarket



Analisis system :
Pada software minimarket ini sudah sangat lengkap dalam hal database penyetokan barang yang telah disesuaikan di minimarket tersebut, tetapi masi ada kekurangan dalam hal berikut :
  1. Tampilan pada software minimarket tersebut kurang menarik.
  2. Penggunaan scanner untuk menginput barang tanpa harus mengetik di penginputan data.
  3. Adanya barcode pada barang yang ingin di scan.
  4. Digunaakannya mode search pada pencarian barang.
Kesimpulan dari analisis software minimarket ini yaitu mengetahui kekurangan dari software tersebut agar software minimarket dapat lebih disempurnakan pada pengembangan software.


Sumber :
http://indoaplikasi.net/2012/02/08/software-minimarket/

Kamis, 30 Oktober 2014

Teknologi Yang Terkait Antar Muka Telematika

Tulisan:

Head Up Display atau yang biasa disingkat HUD merupakan teknologi yang dapat mengendalikan kendaraan dalam jarak jauh atau dapat dikatakan sebagai auto pilot, teknologi ini awalnya diciptakan untuk pesawat guna membantu pilot jet tempur. Namun perkembangan saat ini, teknologi ini sudah mulai diterapkan pada industri kendaraan roda 4 (mobil) guna memudahkan si pengemudi dengan cara bantuan dari sensor-sensor yang dibuat.

Contoh penerapan Tangiable User Interface (TUI) yang paling sederhana adalah pada mouse. Menyeret mouse melalui permukaan datar dan gerakan pointer pada layar yang sesuai merupakan cara berinteraksi dengan sistem digital melalui manipulasi objek fisik. Gerakan yang dibuat dengan perangkat tersebut memiliki hubungan yang jelas dengan perilaku yang dipicu sistem, misalnya misalnya pointer bergerak naik ketika Anda memindahkan mouse maju. Teknologi ini membuat menjadi sangat mudah untuk menguasai perangkat input dengan bantuan sedikit koordinasi tangan dan mata.

Computer Vision dapat diartikan computer become seeing machine yaitu mesin yang dapat melihat objek dari benda nyata, contoh dari teknologi ini yakni penscanan dari sebuah barcode label yang nantinya dapat menampilkan jenis dari benda yang di scan tersebut.

Speech Recognition adalah system yang dapat merubah Bahasa lisan menjadi Bahasa tulisan, penerapan teknologi ini sudah dapat ditemukan pada smartphone yakni google voice, namun kelemahan dari teknologi ini kata yang digunakan haruslah jelas dan pelafalan yang benar apabila tidak jelas mesin dapat melakukan kesalahan.


Speech Synthesis yakni teknologi yang dapat menghasilkan suara menyerupai manusia dengan membaca dari file teks. Penerapan dalam teknologi dapat ditemukan pada aplikasi google translate. 

Teknologi Terkait Antar Muka Telematika

Head Up Display


Head Up Display adalah display transparan yang mampu menampilkan data dan indikator-indikator vital sebuah kendaraaan tanpa mengharuskan pengemudi mengalihkan pandangan dari jalanan. Secara historis, HUD pertama kali dipasang pada pesawat terbang beberapa dasa warsa silam, untuk membantu pilot jet tempur. Dari fungsi militer, HUD kemudian dikembangkan untuk penerbangan sipil yang sudah berlangsung hingga 15 tahun terakhir.

Kini teknologi Head Up Display (HUD) juga diterapkan oleh industri otomotif di dunia,. Teknologi ini tak hanya memberi kenyamanan bagi pengemudi, melainkan juga keselamatan berkendara. Secara umum, cara kerja HUD meliputi beberapa langkah. Pertama, dasbor mobil memiliki fasilitas proyeksi yang terdiri dari layar TFT, sumber cahaya, serta serangkaian cermin. Cahaya dipancarkan melalui layar, lantas dibelokkan oleh cermin, dan diproyeksikan menuju kaca depan mobil (windscreen).

Dengan begitu, pengemudi tak perlu lagi repot mengalihkan pandang dari jalanan untuk mencari sesuatu yang diinginkan. Mata pengemudi juga tak harus sering berakomodasi ketika mengubah pandangan dari jarak jauh ke dekat, atau sebaliknya.
Dibanding semua sistem monitor konvensional, HUD dapat membantu menghemat waktu hingga 50 persen pengemudi yang hendak mencari informasi.


Tangible User Interface


Tangible User Interface (TUI) adalah sebuah antarmuka pengguna di mana orang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik. Pada TUI tidak hanya bisa menerima input melalui sebuah layar datar, tetapi dapat juga berupa dari media 3 dimensi yang nyata sebagai input-nya dan kemudian menghasilkan data digital. TUI generasi pertama baru bisa menerima input dari obyek jadi saja sedangkan pada generasi kedua selain menjadikan obyek jadi menjadi input, pengguna dapat juga membuat obyek di dalam TUI.

Computer Vision


Computer Vision dapat diartikan “computer becomes seeing Machines”
Computer Vision saat ini cenderung mendekati kemampuan manusia dalam menangkap informasi visual (human sight).

Untuk menunjang tugas computer vision, maka
terdapat beberapa fungsi pendukung ke dalam sistem
ini, antara lain :
Proses penangkapan citra atau gambar (image acquisition)
Proses pengolahan citra (image processing)
Analisa data citra (image analysis)
Proses pemahaman data citra (image understanding)

Speech Recoginition


Speech recognition dikenal juga sebagai pengenalan suara otomatis
Sistem Speech Recognition atau Sistem Pengenalan Ucapan adalah sistem yang berfungsi untuk mengubah bahasa lisan menjadi bahasa tulisan. Masukan sistem adalah ucapan manusia, selanjutnya sistem akan mengidentifikasikan kata atau kalimat yang diucapkan dan menghasilkan teks yang sesuai dengan apa yang diucapkan.

Adapun kesulitan dalam penggunaan sistem speech recognition in, diantaranya pengucapan kalimat atau kata dalam bahasa inggris harus benar, suaranya pun harus keras dan jelas, serta pelafalannya. Karena apabila suara tidak jelas maka perintah yang dijalankan komputer tidak sesuai yang kita inginkan atau salah.

Speech Synthesis


Speech synthesis mengacu kepada sebuah computer yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan suara yang menyerupai suara manusia. Meskipun tidak bisa meniru spketrum penuh irama manusia dan intonasi, speech synthesis dapat membaca file teks dengan hasil yang sangat dapat dimengerti. Banyak sistem bahkan memungkinkan pengguna untuk memilih jenis suara, misalnya laki – laki atau perempuan. Speech synthesis sangat berharga bagi individu untuk melihat gangguan.

Browsing Audio Data


Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video atau audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera.
Jaringan video atau audio metode browsing mencakupi langkah-langkah sebagai berikut :
Menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP
Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi
Mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi
Compile ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video atau audio data yang ditangkap oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video atau audio data melalui Internet.


Sumber :

http://archive.kaskus.us/thread/4225462
http://siremon2009.blogspot.com/2009/11/teknologi-antarmuka-interface-tangible.html
http://dhinarrahmadatun.blog.ugm.ac.id/2010/11/04/speech-recognition/
http://www.webopedia.com/TERM/S/speech_synthesis.html
http://cocom90.wordpress.com/2010/10/25/browsing-audio-data/
http://ria-ajah.blogspot.com/2010/11/teknologi-terkait-interface-telematika.html